26 januari 2010
tidak ada kabar dari bsb, ijaa
seperti biasa, aku hanya terdiam tanpa melangkah.
aku tak ingin mendekati Zi, rasa sakit yang menimbulkan segengam benci sebesar sayang yang masih tertoreh untuknya. tak akan mudah terlupa dengan begitu waktu yang telah terbuang, tapi aku tak akan lupa pula, apa yang kau lakukan.
dengan Cla, seperti cinta pertama, dia masih menjadi yang pertama, yang selalu membuat terdiam tanpa berkata, ku biarkan dia kemana pun pergi, dan akan kutangkap ketika dia mendekat, entak dia terlalu baik tau terlalu bodoh, tapi aku masih mencintainya sama, seperti dulu,
dengan Na, aku habiskan waktuu, seakan takut perpisahan akan segera menjumpai, yah, seperti dulu, masih seperti dulu, dia arahku
Rabu, 26 Januari 2011
Senin, 06 Desember 2010
bsb bubar
7 desember 2010
engga bubar sehhh, tapi emang dah g ada
dah lama sejak sebelum lebaran jauhh kok
mungkin aq belum bisa nerima zin lagi kayak dulu
ah bisnis bersama sahabat malah bikin kacau persahabatan klau tidak profesioanal
engga bubar sehhh, tapi emang dah g ada
dah lama sejak sebelum lebaran jauhh kok
mungkin aq belum bisa nerima zin lagi kayak dulu
ah bisnis bersama sahabat malah bikin kacau persahabatan klau tidak profesioanal
Senin, 14 Desember 2009
bsb
karangmalang, 8 desember 2009
pernah g seh kau ragukan kita
terkadang aku memikirkannya, bahkan saat kita bersama
bagaimana kita bertemu, berjalan
dan bagaimana besok kita terpisahkan, secara teknis kita akan terpisah
tapi bagaimana hati kita terpisah
masing-masing kita telah pernah memiliki sebelumnya dan merasakan pahitnya jenuh dalam persahabatan
jika kita terus bersama akankah jenuh itu tercipta
sobat, adakah kau merasakan beda
bagaimana yang lain keliru dan aku menyalah tanpa ampun
bagaimana kau keliru dan aku hanya tertawa atau terdiam
aku merasakan lain, karna kau sahabatku
terkadang aku membenarkan salahmu
terkadang kau menyembunyikanku atas dosaku
akankah ini hingga nanti?
akankah kau menunjukkan salahku dan sembunyikan benarku di esok hari….
seperti layaknya dongeng, ini harus berakhir bahagia sobat
pernah g seh kau ragukan kita
terkadang aku memikirkannya, bahkan saat kita bersama
bagaimana kita bertemu, berjalan
dan bagaimana besok kita terpisahkan, secara teknis kita akan terpisah
tapi bagaimana hati kita terpisah
masing-masing kita telah pernah memiliki sebelumnya dan merasakan pahitnya jenuh dalam persahabatan
jika kita terus bersama akankah jenuh itu tercipta
sobat, adakah kau merasakan beda
bagaimana yang lain keliru dan aku menyalah tanpa ampun
bagaimana kau keliru dan aku hanya tertawa atau terdiam
aku merasakan lain, karna kau sahabatku
terkadang aku membenarkan salahmu
terkadang kau menyembunyikanku atas dosaku
akankah ini hingga nanti?
akankah kau menunjukkan salahku dan sembunyikan benarku di esok hari….
seperti layaknya dongeng, ini harus berakhir bahagia sobat
Langganan:
Postingan (Atom)
